Mungkin hal paling susah untuk dilakukan oleh umat manusia adalah mengucap syukur atas apa yang mereka miliki dalam hidup mereka masing - masing. Mungkin hal ini tak seberapa susah bila kita sedang dalam posisi di atas (dalam kelimpahan, red), tetapi dalam masa kesusahan, mengucap syukur sangatlah susah untuk dilakukan. Well, mengapa tiba - tiba saya menulis sesuatu tentang "mengucap syukur"? karena hal ini baru saja terjadi dalam hidup saya.
Sekolah usai, hasil exam lumayan, cari part-time job, gak dapet - dapet. Jujur saja rada sebel kadang - kadang mengetahui aplikasi saya ditolak begitu saja tanpa alasan yang jelas, bahkan ada yang tidak membalas. Desakan dari great Singapore sales semakin besar, terkadang terlintas di pikiran, "cuci piring aja gapapa deh, yang penting dapet duit!!!"
As a matter of fact, saya sebenarnya bukanlah seorang mahasiswa malang yang harus kerja rodi untuk sesuap nasi. Asupan S$5800 pertahun dari scholarship sebenarnya sudah cukup untuk menghidupi saya di sini. Ditambah ada project research dimana saya bisa dibayar sampai S$400 perbulan, tergantung dari jumlah kerja. Akan tetapi, ketika semua hal besar itu sudah terlalu biasa bagi kita, kita mungkin tak menyadari bahwa kita memiliki suatu hak istimewa, atau privilege, untuk mendapatkannya. Peribahasa mengatakan; gajah di pelupuk mata tak tampak, kutu di seberang tampak. Bagi kita, hal itu sangat biasa. Tapi pikirkanlah, bagi banyak orang, hal itu sangatlah berharga.
Saya mulai menyadarinya ketika seorang teman, yang cukup beruntung untuk mendapatkan kerja part-time, berkata kepada saya: "Bagimu saya beruntung karena bisa dapat part-time. Tapi penghasilan saya tidak sampai S$400." Saya mulai sadar bahwa kondisi saya masih jauh lebih baik dari dia. Dan baru saja kemarin, saya hang out dengan teman saya, dia cerita betapa putus asanya dia mencari pekerjaan selama liburan, karena ia tak punya uang untuk membayar uang sekolahnya!!!
Hal itu mulai mengubah perspektif saya. Saya mencari part-time, hanya semata-mata demi great Singapore sales, sedangkan teman saya mencarinya untuk menyokong biaya sekolahnya. Saya mulai sadar dan mensyukuri apa yang telah saya dapat. Dan pada saat itulah, breakthrough mulai datang. Baru-baru ini, saya akhirnya dapat part-time job :D
Yayyyy!!!! Dan, bayaran dari kerja saya yang dulu pun akhirnya akan dibayar dalam waktu dekat ini. Jika dihitung-hitung, jumlahnya jauh di atas S$400!!!! Praise the Lord :)
P.S. Saya pernah bekerja sebagai translator di sebuah talk, kebetulan temanya tentang managing your finances. What is interesting here, sang pembicara berkata, "Debt, is caused by unthankful heart!!!"
P.P.S. Try to give thanks in every situation :)